Obat Kangen

Lamaa banget ga nginjen ma orat oret ni blog…. bingung juga mau nulis apa lagi… ok dech ni mo tulis-tulis obat kangen aja…

About Long Distance Relationship (ceritanya curhat nich… hihihi….)

Hubungan jarak jauh…..

Kebetulan nich saya ma suami terpisahkan jarak. buat nyari nafkah yang berkah juga, buat masa depan anak-anak. (*_@). Ya Allah… kangen banget ni ma suami. kondisi hamil gini rasane jadi sensi bangettt, pinginnya sih bisa diperhatiin terus, dibelai-belai suami, dipijitin, kemana-mana dianterin, pokoknya pinginya ma suami, tapi yo gimana lagi… Kebetulan suami ditempat kerja fakir sinyal, nunggu kabar dari suami aja kalo ada sinyal yang mampir. Berkahilah suami Yaa Allah….

Beruntung saya dekat dengan keluarga yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Seperti kondisi ketika saya sakit, ada keluhan dengan kehamilan jadinya kan dengan yang terdekat kita berkeluh kesah, takutnya suami jadi kepikiran. terutama ibu saya yang selalu mewanti-wanti, jangan kakean sambat. Beban kerja ditempat kerja suami kita kan ngga tau seperti apa, mana ditengah laut….

Oke dech… inilah sebuah pilihan dan komitmen yang harus kami jalankan…

Sedikit berbagi yaaa…. buat ngingetin diri juga nich….. (@_@)

Saya berusaha membangun kedekatan yang tidak berdasar fisik… mengingat suami ditempat kerja juga sebagai pengorbanan untuk mencari nafkah. kita harus dukung full loh… *_@. karena apa?? biar suami bisa mendapat keberhasilan.. ya buat suami ya buat istri ya buat keluarga… @_@

Kemudian ini ni yang terkait dengan kefakiran sinyal…. heheee… mencocokkan waktu yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. kadang ketika kangen mendera… rasanya tuch disini… ## sambil nunjuk ma mengelus dada… ohhhjadwal dari suami selesaikan kewajiban sebelum waktu itu datang, agar tak ada gangguan pada saat komunikasi….yang artinya menghitung waktu bersama agar menemukan waktu yang pas untuk berdua biar komunikasi selalu terjaga.

Berlanjut ke modal percaya… apa itu ya?? yang harus kita sadari bahwa mempercayai pasangan (kalo disini suami aku… :)) adalah hal yang penting untuk perkembangan hubungan kita sekarang adan masa depan biar nyaman ngejalaninnya biar kita sama-sama bisa mendapat kepuasan lahir dan batin. Aamiin…

Banyak orang bilang sabar itu ada batasnya… Waduhhh…. berarti bisa abis dong ya??!! Tapi jangan ahh…. kembali lagi akan pilihan dan komitmen… Sabar itu adalah kemauan… mau tidak kita menjalaninya??? Yaa itulah tantangan LDR… Tingkatkan kesabaran, kadang manusia fluktuatif kadang naik kadang turun… pas turun pasti banyak ngeluhnya… ini ni biangnya… hal ini yang mempersulit hubungan jarak jauh. konsep dasarnya… (Ciee cieeee) ngutip ungkapan suami jangan membuat rumit sulit urusan dan masalah… dan jangan mempermasalahkan sesuatu yang tidak dapat diubah… berarti keep sabar…. dan tingkatkan kesabaran… jadikan kesabaran itu sahabat…. (*_@ )

***keep istiqomah…..

 

PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA SMP NEGERI 3 PANGGANG TAHUN 2012-2013

I. PENDAHULUAN

Kecerdasan manusia ternyata begitu kompleks, manusia memiliki Kecerdasan Intelektual ( IQ ), Kecerdasan Emosional ( EQ ), Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Adversitas ( AQ ), dan Kecerdasan Kreativitas (CQ ). Semua kecerdasan yang dimiliki manusia tersebut seharusnya dilatihkan pada para siswa.

SMP 3 PANGGANG sebagai lembaga pendidikan yang menerapkan konsep kecerdasan tersebut berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi-potensi itu dalam satu wadah ” Kegiatan Ekstrakurikuler ”

Kegiatan Ekstrakurikuler pada tahun 2012 – 2013, telah kami rencanakan dengan harapan dan semangat baru. Kegiatan yang telah dibentuk adalah merupakan hasil keputusan bersama oleh pengurus dan merupakan bidang yang diminati siswa. Adapun salah satu bidang tersebut adalah olahraga yaitu Bola voli. Karena disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia di sekolah. Kegiatan Ekstrakurikuler ini tidak dikategorikan dalam ekskul wajib, akan tetapi merupakan kegiatan pilihan yang diikuti oleh siswa & siswi kelas VII dan VIII yang berminat, sebagai bentuk dari kegiatan pengembangan diri siswa dan dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan perlombaan dan Olimpiade olahraga siswa atau OOSN.
Dengan memohon Ridho-Nya, semoga Allah SWT berkenan memberikan bimbingan, kemudahan, kelancaran, sehingga kegiatan ekstrakurikuler memberikan prestasi terbaik bagi SMP 3 PANGGANG pada umumnya.

Amieen

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan l kegiatan ekstrakuriler ini antara lain sebagai berikut :
1) Memberikan wadah bagi pengembangan potensi diri peserta didik
2) Sebagai bagaian integral dalam satu kesatuan proses belajar mengajar
3) Menyalurkan berbagai potensi atau kemampuan peserta didik yang beraneka ragam

Memberikan bekal hidup peserta didik sehingga menjadi Life Skill bagi dirinya kelak terjun kedunia masyarakat yang sesungguhnya.

III. PESERTA EKSTRAKURIKULER

Peserta Ekstrakurikuler terdiri dari :

1) Kelas VII : 13 siswa
2) Kelas VIII : 28 siswa
31 siswa

IV. PENGAMPU EKSTRAKURIKULER
Ekstrakurikuler Bola Voli

Ruswantini, S.pd.Jas
NIP. 19820201 200903 2 002

Pengampu adalah orang yang diberi tanggung jawab mengendalikan jalannya kegiatan esktrakurikuler berdasarkan bidang kegiatan ekstrakurikuler yang diberikan kepadanya serta mengontrol kehadiran anak didik agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik untuk itu perlu dilakukan sebagai berikut :
1) Melakukan pengecekan siswa dan dilaporkan kepada koordinator esktrakurikuler.
2) Membuat rencana program kegiatan jangka pendek dan jangka panjang selama 1 tahun (dua semester) yang dibicarakan dengan pelatih kegiatan.
3) Menentukan target-target yang akan dicapai bersama pelatih dalam satu tahun berjalan (dua semester), seperti : target mengikuti lomba dan target juara, dll.
4) Menentukan jadwal kegiatan yang sifatnya tidak rutin (seperti kunjungan, Eksebisi atau lainnya) dan atau pertandingan persahabatan.
5) Mengadakan evaluasi kegiatan

Pengampu sekaligus pelatih adalah orang yang ditunjuk berdasarkan surat tugas dari Kepala Sekolah dan memberikan kemampuannya kepada anak didik sesuai dengan rencana programnya dan kepadanya diberikan kewenangan melatih sesuai bidangnya masing-masing, untuk itu perlu melakukan hal berikut ini:

1) Membuat program kerja selama satu tahun bersama pemibina kegiatan.
2) Membuat Target-target yang akan dicapai bersama Pembina selama satu tahun berjalan
3) Memberikan latuhan secara baik dan benar sesuai dengan kaidah eskur.masing-masing.
4) Mengenal peserta didiknya dan menjaga hubungan emosional dan keakraban dengan peserta didiknya dengan Pembina dan semua yang termasuk dalam kepengurusan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan norma dan kiadah yang berlaku.
5) Memberikan laporan kegiatan kepada pembinanya baik diminta maupun tidak diminta
6) Bertanggung jawab penuh terhadap anak didiknya.
7) Bila pelatih berhalangan hadir diharapkan memberitahu Pembina sehari sebelumnya dan atau ada pengganti yang ahli dibidangnya.
8) Menjaga tata kesopanan

Pembantu pemeliharaan lapangan adalah orang yang ditunjuk untuk memelihara lapangan agar terpelihara dengan baik untuk itu perlu melakukan hal-hal berikut ini :

1) Memelihara kondisi lapangan , kelas atau ruangan yang dipakaiagar selalu layak.
2) Menyiapkan alat-alat yang diperlukan oleh pelatih sebelum kegiatan berjalan.
3) Memberikan pelayanan secara umum berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler masing-masing.
4) Bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang diberikan kepadanya.

V. JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan ekstrakurikuler. dilaksanakan pada :

Hari : Tiap Senin
Waktu : Pukul 15.00-16.00 WIB

Demikan, program kerja ekstrakurikuler ini dibuat untuk kegiatan
selama 1 tahun pelajaran. Besar harapan kami mudah-mudahan
dapat berjalan dengan baik.

Mengetahui Koordinator Ekstrakurikuler
Wakil Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan

Mantoyo, S.Ag
NIP. 19760303 200604 1 012

Penanggung Jawab
Kepala SMP 3 PANGGANG

Samiarso, S.Pd
NIP. 19620419 198403 1 007

RENCANA PENCAPAIAN TARGET NILAI MINIMUM MATA PELAJARAN PENJASKES

VISI

Mengembangkan jasmani, mental, emosi dan sosial anak menuju kedewasaan

MISI

   1.      Mendorong kemampuan berfikir anak didik (bertanya,kreatif, dan menghubungkan) kemampuan memahami, menyadari gerak, dan penguatan akademik

2.      Pertumbuhan biologic, kesegaran jasmani yang menyangkut kesehatan, ketrampilan gerak, dan peningkatan ketrampilan gerak

3.      Rasa senang, penanggapan yang sehat terhadap aktivitas jasmani, kemampuan mengaktualisasikan diri, menghargai diri sendfiri, dan ada konsep diri

 A.    TUJUAN

  1. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran
  2. Membiasakan peserta didik mendengarkan,membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna( tugas gerak)
  3. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
  4. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
  5. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
  6. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (unjuk kerja gerak)
  7. Memfasilitasi  dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kompetisi/ olimpiade olahraga
  8. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik

B.     SASARAN

  •  Peserta didik kelas 7, 8 dan 9

C.    INDIKATOR KETERCAPAIAN

Kriteria Indikator Pencapaian Kompetensi sebagai berikut:

  • Sesuai tingkat perkembangan berfikir siswa
  • Berkaitan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (Life Skills).
  • Harus dapat menunjukan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif dan psikomotor).
  • Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan
  • Mempraktikkan keterampilan/teknik dasar dan teknik lanjutan permainan dan olahraga; aktivitas pengembangan; uji diri/senam; aktivitas ritmik; akuatik (aktivitas air); dan pendidikan luar kelas (outdoor)disajikan untuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman, efisien, dan efektif
  • Dapat diukur / dapat dikuantifikasi

D.    KINERJA SEKARANG

Dengan pengalaman belajar dimana kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar.

  • Kriteria mengembangkan pengalaman belajar sebagai berikut :
  1. Pengalaman belajar disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh
  2. Pengalaman  belajar memuat rangkaian kegiatan yan harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  3. Pengalaman belajar berpusat pada siswa (student centered). Guru harus selalu berfikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah di tetapkan
  4. Materi (content) pengalaman belajar dapat berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.
  5. Perumusan pengalaman belajar harus jelas materi/konten yang ingin dikuasai siswa.
  6. Pendekatan pembelajaran yang di gunakan bersifat spiral (mudah ke sukar; konkret ke abstrak;  dekat ke jauh) dan juga memerlukan urutan pembelajaran yang berstruktur.
  • Rencana penilaian :
  1. Kehadiran minimal 75% ( untuk ijin tidak masuk ataupun sakit harus disertai dengan surat tertulis dari wali murid dan atau surat dokter)
  2. Buku wajib siswa : catatan
  3. Aspek penilaian dalam rapor
  • Rata-rata nilai praktek                                                                   : 70%
  • Rata-rata kehadiran dan akhak mulia/ budi pekerti          : 10%
  • Rata-rata UTS dan UAS                                                                  : 20%
  1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata Pelajaran PENJASORKES = 75
  2. Program remedial dan pengayaan, dengan deskripsi :
  • Program remedial akan diberlakukan kepada siswa yang dalam penilaian yang dilakukan guru kurang/tidak memenuhi KKM yang telah diprogramkan, dengan nilai maksimal setelah remedial= 75. Untuk bentuk serta waktu remedial akan disesuaikan kemidian.
  • Program pengayaan akan diberlakukan kepada siswa yang dalam penilaian yang    dilakukan oleh guru, siswa yang bersangkutan telah melebihi KKM yang diprogramkan. Untuk bentuk serta waktu pengayaan akan disesuaikan kemudian.
  1. Jika terjadi pelanggaran /tindakan yang tidak terpuji akan ditindak sesuai dengan aturan yang dituangkan dalam Tata Tertib Sekolah

E.     KINERJA YANG AKAN DATANG

  • Rencana penilaian nilai ketuntasan minimal (KKM) disesuaikan dengan factor-faktor pendukung yang ada
  • Mengembangkan kemampuan dan bakat siswa melalui  kegiatan  pengembangan diri ekstra kurikuler keolahragaan
  • Mempersiapkan dan pembinaan peserta didik untuk mengikuti kompetisi dan perlombaan olahraga (olimpiade olahraga siswa)
  • Meningkatkan lagi kinerja-kinerja yang telah tercapai

F.     IDENTIFIKASI KEKUATAN (FAKTOR PENDUKUNG)      

  • Pembelajaran melalui aktivitas jasmani  didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
  • Buku-buku referensi pendukung
  • Pemberdayaan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Kesiapan dan motivasi siswa untuk melakukan kegiatan diluar kelas (lapangan)
  • Pemanfaatan waktu belajar yang efektif
  • Lingkungan social dan lingkugan fisik sekolah yang kondusif dan nyaman

G.    IDENTIFIKASI KELEMAHAN (FAKTOR PENGHAMBAT)

  • Karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang berbeda
  • Keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana

H.    STRATEGI YANG DIAMBIL DAN KEGIATAN

1)   Menetapkan aturan kelas

Salah satu bagian penting dalam manajemen kelas adalah penetapan aturan kelas. Siswa adalah insan yang memiliki kebiasaan. Aturan kelas mencakup bagaimana pelajaran dimulai, apa tanda yang dipakai untuk mengumpulkan perhatian siswa, apa yang diharapkan saat siswa mendengarkan dan mengikuti perintah, bekerjasama, saat menggunakan ruangan untuk kegiatan tertentu, dan penggunaan yang lainnya. Aturan perilaku tetap ini harus diketahui oleh siswa pada awal pertemuan.

2)   Memulai kegiatan tepat waktu

Pemberian suatu tanda mulai segera dilakukan bila kegiatan sudah siap untuk dilaksanakan. Banyak waktu akan terbuang bila aturan ini tidak ditetapkan. Aba-aba untuk melaksanakan kegiatan jangan sampai membingungkan siswa. Contohnya, jangan memberikan perintah dengan tanda-tanda yang mirip untuk dua kegiatan yang berbeda.

3)      Guru berupaya membawa siswa secara tepat menuju ke suatu kegiatan. Guru perlu mengarahkan siswa untuk segera melakukan kegiatan secara tepat agar pelajaran berlangsung secara efektif. Pelajaran harus dimulai tepat pada waktunya. Ketika siswa masuk ruangan atau lapangan, pelajaran segera dimulai.

4)    Mengatur pelajaran

Guru harus tetap menjaga kegiatan tetap berlangsung dan tidak terganggu oleh kegiatan yang tak terduga. Pergantian antartopik harus dilakukan oleh guru secara cermat dan penuh kesadaran. Guru perlu memaksimalkan kesempatan keikutsertaan setiap siswa dalam proses pembelajaran. Guru perlu memaksimalkan penggunaan peralatan dan mengorganisasikan kelompok agar siswa sebanyak mungkin bergerak aktif sepanjang pelajaran. Bila peralatan yang ada terbatas jumlahnya, gunakan pendekatan stasion/learning centers, dan modifikasi aktivitas.

5)   Mengelompokkan siswa

Guru perlu mengelompokkan siswa agar pembelajaran berlangsung secara efektif. Dengan pengelompokkan yang tepat siswa memiliki: peluang melakukan aktivitas lebih banyak, bermain dengan jenjang kemampuan dan keterampilan yang seimbang.

6)   Memanfaatkan ruang dan peralatan

Guru perlu merencanakan penjagaan dan pemanfaatan peralatan dan ruang secara efisien. Peralatan yang akan digunakan dalam pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik. Selain hal di atas, siswa perlu dibiasakan untuk ikut bertanggung jawab terhadap  peralatan yang dipergunakan dalam  pembelajaran.

7)   Mengakhiri pelajaran

Setiap pertemuan pelajaran di dalam maupun di luar kelas harus diakhiri tepat pada waktunya dan diupayakan  memberikan kesan mendalam bagi siswa.  Dengan kesan yang baik, setiap episoda pelajaran akan menjadi lebih bermanfaat dan bermakna. Dengan demikian, siswa akan selalu mengingat kegiatan yang dilakukan, dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.

I.       EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Di dalam suatu proses belajar ditandai oleh dua hal yang pokok yaitu:

1) Siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan tugas-tugas ajar,

2) Terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran pendidikan, sebagaimana yang diharapkan. Setiap penyelenggaraan pengajaran yang diharapkan adalah perubahan perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang direncanakan.

Apabila dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode pengalaman belajar seperti tersebut dalam poin kinerja sekarang yang digunakan belum mencapai hasil seperti yang diharapkan, maka perlu untuk meningkatkan dan menggunakan metode-metode pembelajaran yang lain.

SEJARAH BOLA VOLI

Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball) sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia di naungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

*source from : http://id.wikipedia.org/wiki/Bol_voli

KEROKAN SEBAGAI TEKNIK MASSAGE

Kerokan memang sudah tak asing lagi di telinga kita. Metode penyembuhan dengan cara menggosokan alat atau koin sebagai media ke tubuh ini memang dianggap jitu untuk mengusir masuk angin. Treatment ini sama dengan  teknik efflurage dalam massage yang juga berarti menggosok. Mengenai kerokan,  warna merah yang muncul pada kulit setelah kerokan adalah pertanda kalau Anda memang masuk angin. Secara medis warna merah akibat kerokan pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit pecah hingga terlihat sebagai jejak merah.

Perasaan lebih baik pada penderita setelah dikerok diperoleh karena otot menjadi lemas, dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar  atau mengalami vasodilatasi sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang terserap jaringan otot.
Selain itu, toksin yang menyebabkan pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan kembali bersamaan dengan kembalinya aliran darah ke jantung. Toksin ini banyak mengandung karbon dioksida sebagai hasil sisa-sisa metabolik tubuh. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen dan tubuh akan menjadi segar kembali.

Keadaan rileks dan segar setelah kerokan akan lebih baik jika kita pertahankan dengan menghindari udara dingin atau kita bisa minum air hangat dan istirahat yang cukup, untuk membantu menjaga  kondisi tubuh.

Yang menjadi catatan disini bahwa koin yang digunakan harus halus agar tidak melukai tubuh. Selain itu memerlukan sanitasi dengan mencucinya dengan alcohol atau disinfektan untuk membersihkan koin. Atau janganlah bergantian menggunakan koin, karena bisa  menjadi perantara penularan penyakit. Selanjutnya gunakanlah minyak sebagai pelicin. Dalam kondisi tertentu, kerokan  tidak dianjurkan bagi orang yang menderita hipertensi. Dengan alasan terjadinya vasodilatasi yang akan berakibat pada pecahnya pembuluh darah pada otak karena adanya tekanan  darah yang kuat.

Apabila gejala-gejala dalam kondisi masuk angin ini tak kunjung berkurang, segeralah  mengambil langkah medis untuk tindakan lanjutan.

WARNA KEHIDUPAN

Berusaha keras dan berpikir cerdas adalah kunci meraih kesuksesan.

Tetap mengingat Tuhan adalah kunci agar kesuksesan bisa bertahan.

KESABARAN

Kesabaran…
bukan berarti menunda-nunda pekerjaan.
Kesabaran…
berarti mengambil tindakan SEKARANG,
yang akan membawa hasil di masa depan.

Kesabaran…
Adalah berfokus pada hasil terbaik
bukan pada hasil tercepat atau termudah.

Kesabaran…
berarti mengerti
bahwa perjalanan panjang
memiliki hasil yang panjang pula.

Tidaklah sesuatu berubah
jika tidak mulai bertindak,
dan kapankah waktu yang paling sesuai
untuk memulainya jika bukan saat ini.

Ketika masalah datang,
Anda akan menjadi lebih damai..
jika yang Anda pikirkan adalah…
jalan keluar dari masalah;
bukan pembayangan dari penderitaan
yang akan Anda alami.”

Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi anda sendiri yang akan menikmati hasilnya.
Bukan orang lain.

1.Dalam hidup ada “TANTANGAN” supaya kita tahu kita punya “kekuatan”
2.Hidup butuh bekerja “KERAS&CERDAS” supaya kita tahu arti “pengorbanan”
3.Hidup butuh “AIRMATA” supaya kita tahu arti “merendahkan hati”
4.Hidup butuh “dicela” supaya kita tahu bgm cara “menghargai”
5.Hidup butuh “Tertawa” supaya kita tahu mengucap “Syukur”
6.Hidup buttuh “Senyum” supaya kita tahu kita punya “Cinta”
7.Hidup butuh “butuh orang lain” supaya kita tau kita tidak “sendiri”
Maka, selalulah bersyukur dalam segala hal…

** Banyak Sumber**

BAKING SODA, CUKA DAN CENGKEH PEMBERSIH SEDERHANA

Baking Soda

Bikarbonat soda atau baking soda adalah campuran garam dan basa. Jika dicampur lagi dengan asam, akan menghasilkan karbondioksida dan gelembung busa yang efektif menghilangkan minyak dan noda. Bikarbonat soda dapat menjadi pembersih yang ampuh untuk bagian luar oven. Campurkan dengan sedikit air, dan ovenmu pun mengkilap sekejap. Kamu juga bisa menggunakan bikarbonat soda yang dicampur garam, untuk membersihkan noda tumpahan teh atau kopi pada kain kursi.

Minyak Cengkih

Dihasilkan dari pucuk bunga cengkih kering, minyak ini umumnya bisa didapatkan di toko obat atau bahan kimia. Minyak cengkih berguna mencegah jamur. Untuk membersihkan jamur pada langit-langit kamar, kamu bisa mencampur beberapa tetes minyak cengkih dengan air hangat dalam botol, lalu menyemprotkannya ke bagian yang berjamur. Selain menghilangkan jamur, larutan ini juga efektif mencegah timbulnya jamur baru.

Minyak Kayu Putih

Semua pasti sudah tahu khasiat minyak kayu putih untuk mengatasi flu dan masuk angin. Namun, ternyata minyak ini juga bermanfaat sebagai disinfektan atau pembunuh kuman pada perabot atau perlengkapan rumah. Campuran minyak kayu putih dalam ember air pel kamu akan menjadikannya pembersih lantai alami, dan mampu mengurangi tungau jika dicampurkan dalam air cucian sprei atau selimut. Minyak ini juga berguna membersihkan kuman yang menempel pada bagian dalam kloset.

Cuka

Cairan ini memiliki sifat sedikit asam, dan berfungsi sebagai pembersih yang baik karena mampu mengangkat noda minyak serta membunuh bakteri. Kamu bisa menggunakannya untuk membersihkan kotoran pada jendela, dengan menyemprotkannya langsung atau mencampurnya dengan air hangat, lalu melapnya dengan kain. Campuran cuka dan bikarbonat soda juga dapat menjadi pembersih yang aman untuk dapur dan peralatannya, kecuali perabot yang berbahan marmer.