Strategi Pembelajaran Atletik

Strategi pembelajaran atletik pada dasarnya diarahkan agar siswa dapat menampilkan berbagai nomor cabang atletik secara maksimal. Agar siswa dapat menampilkan olah raga atletik secara maksimal, maka perlu adanya prinsip – prinsip dasar dalam pembelajaran atletik.

Selanjutnya menurut Yoyo Bahagia, Ucup Yusup dan Adang Suherman (2000 : 31 – 50) prinsip – prinsip tersebut sebagai berikut :

  1. Pengertian Belajar

Menurut Hergenhahu dan Olson yang dikutip oleh Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputro (1999/ 2000: 40) “belajar didefinisikan sebagai perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku yang merupakan hasil dari pengalaman dan tidak bercirikan tanda-tanda yang disebabkan oleh pengaruh yang sifatnya sementara”. Sedang menurut Mayer yang dikutip Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (1999/ 2000: 40) definisi “belajar perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan dan perilaku seseorang yang disebabkan pengalaman.

Menurut Sumadi Suryabrata yang dikutip oleh Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (1999/ 2000: 42) menjelaskan bahwa, “belajar merupakan upaya yang sengaja untuk memperoleh perubahan tingkah laku, baik yang berupa pengetahuan maupun keterampilan”. Menurut Singer, 1980 (Amung Ma’mun dna Yudha M. Saputra 1999/ 2000: 42) memaparkan bahwa “belajar diilustrasikan oleh suatu perubahan yang relatif permanen dalam penampilan atau potensi perilaku yang disebabkan oleh karena adanya latihan atau pengalaman masa lalu dalam suatu situasi tertentu”.

Kemudian Bigge, 1982 (Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra 1999/ 2000: 42) mendefinisikan “belajar sebagai suatu perubahan yang bertahan lama dalam kehidupan individu dan tidak dilahirkan atau didahului oleh warisan keturunan”.

  1. Pengertian Pembelajaran

Menurut Sukintaka (1992: 70) pembelajaran mengandung pengertian “bagaimana mengajarkan sesuatu kepada anak didik, tetapi juga ada suatu pengertian bagaimana anak didik mempelajarinya”. Sedangkan menurut Tengku Zahara Djaafar (2001: 2) “pembelajaran disebut juga kegiatan instruksional saja, yaitu usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang belajar berperilaku tertentu dalam kondisi tertentu”. Kemudian menurut Cagne dan Bigggs (Tengku Zahara Djaafar, 2001: 2) “pembelajaran adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah”.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan pengertian pembelajaran yaitu merupakan proses interaksi atau hubungan timbal balik antara pemberi dan penerima dalam situasi pendidikan yang terdiri dari komponen tujuan yang ingin dicapai, materi pengajaran, siswa aktif guru yang aktif melaksanakan, metode mengajar dan penilaian untuk mencapai tujuan pengajaran.

  1. Komponen-komponen Pembelajaran

Dalam kegiatan pembelajaran terdapat suatu peristiwa yaitu ada suatu pihak yang memberi dan satu pihak yang menerima. Dengan demikian dapat dikatakan proses tersebut dinamakan proses interaksi edukatif. Menurut Winarno Surachmad, 1976 (Sukintaka 1992: 70) mengutarakan ciri-ciri proses interaksi edukatif, sebagai berikut : “1). Ada bahan yang menjadi isi proses, 2) Ada tujuan yang jelas akan dicapai, 3) Ada pelajar yang aktif mengalami, 4) Ada guru yang melaksanakan, 5) Ada metode tertentu untuk mencapai tujuan, 6) Proses interaksi berlangsung dalam ikatan situasional.

Di dalam suatu proses belajar ditandai oleh dua hal yang pokok yaitu: 1) Siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan tugas-tugas ajar, 2) Terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran pendidikan, sebagaimana yang diharapkan. Setiap penyelenggaraan pengajaran yang diharapkan adalah perubahan perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Menurut Winarno Surachmad, 1976 (Sukintaka 1992: 71) mengemukakan bahwa “mengajarkan merupakan peristiwa bertujuan, artinya mengajar itu merupakan peristiwa yang terikat oleh tujuan, terarah pada tujua, dan dilaksanakan semata-mata untuk mencapai tujuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s