Pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan bermain

Dalam pembelajaran atletik dapat menjadi salah satu kegiatan yang digemari dalam pendidikan jasmani  di jenjang pendidikan Sekolah Dasar sesuai dengan ciri perkembangannya. Namun tidak jarang, atletik menjadi kegiatan yang membosankan. Untuk mengatasinya diperlukan kemasan baru dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan. Salah satunya dapat menggunakan model bermain dalam pembelajarannya. Karena dengan bermain akan timbul rasa senang dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran yang diajarkan kepada siswa hendaknya memperhatikan juga bentuk penyajiannya. Seorang guru dituntut memahami bentuk materi yang akan disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar. Yang dimaksudkan dengan bentuk penyajian adalah “kegiatan dalam metode pembelajaran pendidikan jasmani yang telah difikirkan dan disesuaikan dengan karakteristik tiap tahap pertumbuhan dan perkembangan anak”.

Metode merupakan cara, untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan bagaimana cara mengajar. Dalam hal ini yang dimaksud dengan metode adalah bagaimana cara mengajar sesuatu, agar dapat mencapai tujuan dengan efektif. Dalam menggunakan sebuah metode hendaknya harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya yaitu sifat, situasi dan kondisi yang ada.

Untuk menetapkan sebuah metode itu baik atau tidak, diperlukan patokan-patokan yang bersumber dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain: a) penentuan tujuan, b) penentuan sasaran belajar, c) penentuan bahan, d) pengetahuan tentang karakteristik anak, e) dan derajat kompetensi guru”.

Di dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani selain menyajikan dengan metode ceramah, juga harus menggunakan metode khusus dalam pendidikan gerak. Karena dalam pembelajaran pendidikan jasmani seorang anak dituntut untuk aktif bergerak, agar tingkat kebugarannya menjadi lebih meningkat. Termasuk dalam pembelajaran pendidikan jasmani  pada awalnya cenderung berorientasi pada pencapaian teknik yang bagus dan mempunyai prestasi yang bagus pula, tanpa memperhatikan apakah gerak dasar yang dimiliki oleh anak atau atlet baik atau tidak. Akan tetapi dengan seiringnya perubahan waktu dan zaman maka pada sekarang ini orientasinya atau tujuannya bukan pada pencapaian prestasi, namun pada pencapaian tingkat kemampuan gerak dasar yang dimiliki oleh anak.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam pembelajaran pendidikan jasmani  hendaknya dapat menggunakan pendekatan bermain. Diharapkan dengan pendekatan bermain dapat memberikan macam-macam bentuk aktivitas lempar bagi anak-anak. Salah satu cara menyampaikan materi dapat digunakan dalam mengajar pendidikan jasmani adalah dengan bentuk bermain.

Pendekatan bermain dipilih karena didasarkan pada suatu anggapan bahwa pada dasarnya manusia menyukai akan kegiatan bermain. Aktivitas bermain merupakan aktivitas yang disenangi oleh anak-anak, dewasa maupun orang yang sudah tua. Bermain bagi anak-anak merupakan suatu kebutuhan yang pokok dalam kehidupannya. Ini dapat kita amati bahwa hampir dari sebagian waktunya dihabiskan untuk bermain. Aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Bentuk penyajian bermain tidak hanya berpengaruh terhadap bermain tetapi dapat digunakan untuk latihan kekuatan otot, kelenturan, bahkan untuk latihan keterampilan motorik dan pembentukan pribadi anak. Rasa senang dalam kegiatan bermain dapat digunakan sebagai wahana untuk mencapai tujuan pendidikan. Karena dengan rasa senang yang ada pada saat bermain mengakibatkan anak akan secara spontan memunculkan potensi yang berbentuk gerak dan sikap, serta perilakunya. Dengan demikian bermain dapat berfungsi sebagai wahana pencapaian tujuan pendidikan.

Dalam memilih bentuk penyajian bermain bagi anak harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu mengetahui kondisi, cuaca, pakaian, ruang, usia anak, perlengkapan dan jumlah waktu yang tersedia. Guru dalam memilih jenis permainan yang sesuai harus mempertimbangkan tahap perkembangan anak, kebutuhan anak serta keadaan anak. Dengan demikian seorang guru harus mengetahui tentang tahap-tahap perkembangan anak, dengan harapan dapat memilih bentuk penyajian permainan”.

Dalam penelitian ini semua pelajaran disampaikan dengan bentuk bermain yang berfungsi untuk memotivasi para siswa agar senang dalam melakukan aktivitas. Dengan pendekatan bermain dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak dalam pembelajaran atletik. Melalui pendekatan bermain teknik yang ada dapat kita modifikasi sesuai dengan karakteristik anak, dana dalam menggunakan peralatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Kesemuanya itu bertujuan supaya anak mau mencoba dan mau melakukan tanpa rasa takut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s