RENCANA PENCAPAIAN TARGET NILAI MINIMUM MATA PELAJARAN PENJASKES

VISI

Mengembangkan jasmani, mental, emosi dan sosial anak menuju kedewasaan

MISI

   1.      Mendorong kemampuan berfikir anak didik (bertanya,kreatif, dan menghubungkan) kemampuan memahami, menyadari gerak, dan penguatan akademik

2.      Pertumbuhan biologic, kesegaran jasmani yang menyangkut kesehatan, ketrampilan gerak, dan peningkatan ketrampilan gerak

3.      Rasa senang, penanggapan yang sehat terhadap aktivitas jasmani, kemampuan mengaktualisasikan diri, menghargai diri sendfiri, dan ada konsep diri

 A.    TUJUAN

  1. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses   pembelajaran
  2. Membiasakan peserta didik mendengarkan,membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna( tugas gerak)
  3. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
  4. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
  5. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
  6. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (unjuk kerja gerak)
  7. Memfasilitasi  dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti kompetisi/ olimpiade olahraga
  8. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik

B.     SASARAN

  •  Peserta didik kelas 7, 8 dan 9

C.    INDIKATOR KETERCAPAIAN

Kriteria Indikator Pencapaian Kompetensi sebagai berikut:

  • Sesuai tingkat perkembangan berfikir siswa
  • Berkaitan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (Life Skills).
  • Harus dapat menunjukan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif dan psikomotor).
  • Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan
  • Mempraktikkan keterampilan/teknik dasar dan teknik lanjutan permainan dan olahraga; aktivitas pengembangan; uji diri/senam; aktivitas ritmik; akuatik (aktivitas air); dan pendidikan luar kelas (outdoor)disajikan untuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman, efisien, dan efektif
  • Dapat diukur / dapat dikuantifikasi

D.    KINERJA SEKARANG

Dengan pengalaman belajar dimana kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar.

  • Kriteria mengembangkan pengalaman belajar sebagai berikut :
  1. Pengalaman belajar disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh
  2. Pengalaman  belajar memuat rangkaian kegiatan yan harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  3. Pengalaman belajar berpusat pada siswa (student centered). Guru harus selalu berfikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah di tetapkan
  4. Materi (content) pengalaman belajar dapat berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.
  5. Perumusan pengalaman belajar harus jelas materi/konten yang ingin dikuasai siswa.
  6. Pendekatan pembelajaran yang di gunakan bersifat spiral (mudah ke sukar; konkret ke abstrak;  dekat ke jauh) dan juga memerlukan urutan pembelajaran yang berstruktur.
  • Rencana penilaian :
  1. Kehadiran minimal 75% ( untuk ijin tidak masuk ataupun sakit harus disertai dengan surat tertulis dari wali murid dan atau surat dokter)
  2. Buku wajib siswa : catatan
  3. Aspek penilaian dalam rapor
  • Rata-rata nilai praktek                                                                   : 70%
  • Rata-rata kehadiran dan akhak mulia/ budi pekerti          : 10%
  • Rata-rata UTS dan UAS                                                                  : 20%
  1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata Pelajaran PENJASORKES = 75
  2. Program remedial dan pengayaan, dengan deskripsi :
  • Program remedial akan diberlakukan kepada siswa yang dalam penilaian yang dilakukan guru kurang/tidak memenuhi KKM yang telah diprogramkan, dengan nilai maksimal setelah remedial= 75. Untuk bentuk serta waktu remedial akan disesuaikan kemidian.
  • Program pengayaan akan diberlakukan kepada siswa yang dalam penilaian yang    dilakukan oleh guru, siswa yang bersangkutan telah melebihi KKM yang diprogramkan. Untuk bentuk serta waktu pengayaan akan disesuaikan kemudian.
  1. Jika terjadi pelanggaran /tindakan yang tidak terpuji akan ditindak sesuai dengan aturan yang dituangkan dalam Tata Tertib Sekolah

E.     KINERJA YANG AKAN DATANG

  • Rencana penilaian nilai ketuntasan minimal (KKM) disesuaikan dengan factor-faktor pendukung yang ada
  • Mengembangkan kemampuan dan bakat siswa melalui  kegiatan  pengembangan diri ekstra kurikuler keolahragaan
  • Mempersiapkan dan pembinaan peserta didik untuk mengikuti kompetisi dan perlombaan olahraga (olimpiade olahraga siswa)
  • Meningkatkan lagi kinerja-kinerja yang telah tercapai

F.     IDENTIFIKASI KEKUATAN (FAKTOR PENDUKUNG)      

  • Pembelajaran melalui aktivitas jasmani  didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
  • Buku-buku referensi pendukung
  • Pemberdayaan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran
  • Kesiapan dan motivasi siswa untuk melakukan kegiatan diluar kelas (lapangan)
  • Pemanfaatan waktu belajar yang efektif
  • Lingkungan social dan lingkugan fisik sekolah yang kondusif dan nyaman

G.    IDENTIFIKASI KELEMAHAN (FAKTOR PENGHAMBAT)

  • Karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang berbeda
  • Keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana

H.    STRATEGI YANG DIAMBIL DAN KEGIATAN

1)   Menetapkan aturan kelas

Salah satu bagian penting dalam manajemen kelas adalah penetapan aturan kelas. Siswa adalah insan yang memiliki kebiasaan. Aturan kelas mencakup bagaimana pelajaran dimulai, apa tanda yang dipakai untuk mengumpulkan perhatian siswa, apa yang diharapkan saat siswa mendengarkan dan mengikuti perintah, bekerjasama, saat menggunakan ruangan untuk kegiatan tertentu, dan penggunaan yang lainnya. Aturan perilaku tetap ini harus diketahui oleh siswa pada awal pertemuan.

2)   Memulai kegiatan tepat waktu

Pemberian suatu tanda mulai segera dilakukan bila kegiatan sudah siap untuk dilaksanakan. Banyak waktu akan terbuang bila aturan ini tidak ditetapkan. Aba-aba untuk melaksanakan kegiatan jangan sampai membingungkan siswa. Contohnya, jangan memberikan perintah dengan tanda-tanda yang mirip untuk dua kegiatan yang berbeda.

3)      Guru berupaya membawa siswa secara tepat menuju ke suatu kegiatan. Guru perlu mengarahkan siswa untuk segera melakukan kegiatan secara tepat agar pelajaran berlangsung secara efektif. Pelajaran harus dimulai tepat pada waktunya. Ketika siswa masuk ruangan atau lapangan, pelajaran segera dimulai.

4)    Mengatur pelajaran

Guru harus tetap menjaga kegiatan tetap berlangsung dan tidak terganggu oleh kegiatan yang tak terduga. Pergantian antartopik harus dilakukan oleh guru secara cermat dan penuh kesadaran. Guru perlu memaksimalkan kesempatan keikutsertaan setiap siswa dalam proses pembelajaran. Guru perlu memaksimalkan penggunaan peralatan dan mengorganisasikan kelompok agar siswa sebanyak mungkin bergerak aktif sepanjang pelajaran. Bila peralatan yang ada terbatas jumlahnya, gunakan pendekatan stasion/learning centers, dan modifikasi aktivitas.

5)   Mengelompokkan siswa

Guru perlu mengelompokkan siswa agar pembelajaran berlangsung secara efektif. Dengan pengelompokkan yang tepat siswa memiliki: peluang melakukan aktivitas lebih banyak, bermain dengan jenjang kemampuan dan keterampilan yang seimbang.

6)   Memanfaatkan ruang dan peralatan

Guru perlu merencanakan penjagaan dan pemanfaatan peralatan dan ruang secara efisien. Peralatan yang akan digunakan dalam pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik. Selain hal di atas, siswa perlu dibiasakan untuk ikut bertanggung jawab terhadap  peralatan yang dipergunakan dalam  pembelajaran.

7)   Mengakhiri pelajaran

Setiap pertemuan pelajaran di dalam maupun di luar kelas harus diakhiri tepat pada waktunya dan diupayakan  memberikan kesan mendalam bagi siswa.  Dengan kesan yang baik, setiap episoda pelajaran akan menjadi lebih bermanfaat dan bermakna. Dengan demikian, siswa akan selalu mengingat kegiatan yang dilakukan, dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan.

I.       EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Di dalam suatu proses belajar ditandai oleh dua hal yang pokok yaitu:

1) Siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan tugas-tugas ajar,

2) Terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran pendidikan, sebagaimana yang diharapkan. Setiap penyelenggaraan pengajaran yang diharapkan adalah perubahan perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang direncanakan.

Apabila dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode pengalaman belajar seperti tersebut dalam poin kinerja sekarang yang digunakan belum mencapai hasil seperti yang diharapkan, maka perlu untuk meningkatkan dan menggunakan metode-metode pembelajaran yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s